Wednesday, May 8, 2019

Jalur Cepat (Fast Track)


Hari Minggu yang indah di bulan April. Hari Minggu yang udah ditunggu-tunggu agak lama. Anak-anak udah kebelet banget...pergi bareng-bareng ke Taman Petualangan. Kami akan ada acara family gathering hari itu. Ya...kami akan berpetualang.

Kami berangkat dari sekolah dan menempuh sekitar 2 jam naik bus ke taman petualangan itu. Semua gembira dan penasaran nanti sesampai di sana mau naik apa aja. Setelah sampai di tempat dan mendapat tiket, kami masuk ke taman petualangan. Anak-anak udah pingin banget naik ini-itu.

Tetapi...hari itu hari Minggu, hari libur...jadi banyak banget orang yang piknik ke sana. Akibatnya, mau naik Snake-Coaster aja anak-anak harus mengantri selama sekitar 30 menit. Lalu kami jalan ke Mega-Drop. Panjang sekali antriannya. Mungkin bisa lebih dari 30 menit. Yaaa...harus sabar. Tiba-tiba, ada beberapa anak masuk melalui jalur lain, jalur di sebelah antrian yang sebelumnya memang kosong. Pengelola taman petualangan menyebutnya 'Fast Track' atau 'jalur cepat'. Ada apa ini? Beberapa anak masuk melalui jalur cepat dan mereka ndak perlu mengantri lama seperti pengunjung yang lain. Mereka hanya perlu menunggu kira-kira 5 menit dan langsung bisa menikmati wahana permainan.
Setelah bertanya-tanya dan terheran-heran sejenak, kami tahu bahwa ada tiket tambahan yang dijual sebagai Fast Track Ticket atau 'tiket jalur cepat', dan siapapun kalo udah pegang tiket itu dia bisa masuk tanpa mengantri. Kami juga akhirnya tahu bahwa hampir di semua wahana permainan diberlakukan 'jalur cepat' tersebut.

Kalo kamu punya duit lebih banyak, kamu bisa beli tiket jalur cepat...tapiii...kalo duitmu pas-pasan, mengantrilah!

Apakah ini bukan belajar menyuap??
Guruku dan orang tuaku, kenapa ndak menggunakan kesempatan ini untuk megajari anak-anak bagaimana cara berjuang dan bertahan?
Kenapa mengajari bahwa segala sesuatu akan mudah kalo kita punya uang?

Sampai sekarang...aku masih meyakini bahwa di dalam 'mengantri' terkandung nilai-nilai humanisme yang luhur....