Dulu...aku kuliah di Jogja. Jadi anak kos. Anak kos yang selalu survive, meskipun tidak pegang uang sama sekali. Uang untuk hidup tidak dihitung bulanan. Aku musti menghitungnya harian. Setiap hari harus bisa bertahan hidup. Sehabis 'gajian' (gaji dari orang tua), hidup terasa sangat mudah dan sangat mewah (jangan membayangkan kata mewah secara berlebihan!). Di pertengahan bulan, hidup mulai lebih mikir...mikir bagaimana bisa bertahan sampai 'gajian' lagi. Di akhir bulan, tidak usah dibahas....
Dengan hitungan harian, aku jadi sering pergi ke warung di seberang jalan buat beli kebutuhan sehari-hari. Tidak mungkin untuk belanja bulanan...membeli kebutuhan hidup sebulan.
Kang Ri, nama panggilan si empunya warung. Orangnya tidak banyak bicara. Warungnya kecil...biasa. Tak terhitung berapa kali aku sudah belanja di warungnya Kang Ri. Namun baru setelah sekian lama aku sadar..kenapa aku suka belanja di warungnya. Secara tidak aku sadari, aku tidak pernah repot ketika belanja di warungnya. Semua kebutuhan praktis tersedia di sana. Pelayanannya cepat. Dia tahu persis letak barng-barang dan harganya. Dan satu hal penting adalah...Kang Ri selalu punya uang kembalian. Dia tidak pernah meminta konsumennya menunggunya untuk menukar uang lebih dulu. Dia sudah siap sejak awal dia membuka pintu warungnya. Itulah yang dia yakini sebagai 'service' kepada konsumen. Ketika konsumen terlayani dengan baik...dia puas. Sederhana....
Anak muda, cobalah.... Puas itu sederhana...berikan yang terbaik sejak kalian bangun pagi mengawali hari. Seperti Kang Ri...memberikan 'service' yang baik itu membawa kepuasan....
Tak banyak bicara, tak lelah berkarya....
Dengan hitungan harian, aku jadi sering pergi ke warung di seberang jalan buat beli kebutuhan sehari-hari. Tidak mungkin untuk belanja bulanan...membeli kebutuhan hidup sebulan.Kang Ri, nama panggilan si empunya warung. Orangnya tidak banyak bicara. Warungnya kecil...biasa. Tak terhitung berapa kali aku sudah belanja di warungnya Kang Ri. Namun baru setelah sekian lama aku sadar..kenapa aku suka belanja di warungnya. Secara tidak aku sadari, aku tidak pernah repot ketika belanja di warungnya. Semua kebutuhan praktis tersedia di sana. Pelayanannya cepat. Dia tahu persis letak barng-barang dan harganya. Dan satu hal penting adalah...Kang Ri selalu punya uang kembalian. Dia tidak pernah meminta konsumennya menunggunya untuk menukar uang lebih dulu. Dia sudah siap sejak awal dia membuka pintu warungnya. Itulah yang dia yakini sebagai 'service' kepada konsumen. Ketika konsumen terlayani dengan baik...dia puas. Sederhana....
Anak muda, cobalah.... Puas itu sederhana...berikan yang terbaik sejak kalian bangun pagi mengawali hari. Seperti Kang Ri...memberikan 'service' yang baik itu membawa kepuasan....
Tak banyak bicara, tak lelah berkarya....
No comments:
Post a Comment